Minggu, 02 Juni 2013

fakta muhammadiyah dan nahdatul ulama

Muhammadiyah


lambang muhammadiyah
lambang muhammadiyah

    Menurut bahasa, nama muhammadiyah berasal dari kata Muhammad yang berarti nama rasul terakhir. Kemudian ditambah “ta marbutah ( ة )” yang menunjukan penyipatan, dengan demikian, Muhammadiyah berarti gerakan yang mempunyai sifat nabi Muhammad SAW.

Sejarah berdirinya muhammadiyah

    Muhammadiyah berdiri di Yogyakarta pada 18 november 1912 atau 8 dzulhijjah 1330 H, KH. Ahmad Dahlan adalah pendirinya.

kh ahmad dahlan
K.H. Ahmad Dahlan

Ide dasar pemikiran KH. Ahmad Dahlan

  • dalam bidang akidah, pandangan KH. Ahmad Dahlan sejalan dengan pandangan dan pemikiran ulama salaf.
  • menurut beliau dasar pokok hukm islam adalah Al-Qur’an dan Sunnah. Jika dari keduanya tidak ditemukan kaidah yang ekplisit, hukum ditentukan berdasarkan penalaran dengan menggunakan kemampuan berfikir logis serta ijtima’ dan qiyas.
  • beliau menyatakan bahwa tindakan nyata adalah wujud kongkret dari hasil penerjemahan Al-Qur’an. Organisasi adalah wadah dan tindakan nyata tersebut.
  • kunci persoalan kehidupan adalah peningkatan kualitas hidup dan kemajuan yang sedang berkembang dalam tata kehidupan masyarakat.
  • strategi menghadapi perubahan sosial akibat modernisasi adalah merujuk kembali kepada Al-Qur’an, menghilangkan sikap fanatisme, dan taklid. Strategi tersebut dilaksanakan dengan menghidupkan jiwa dan semangat ijtihad melalui peningkatan kemampuan berfikir logis-rasionalistis. 
Nahdatul Ulama

lambang nahdatul ulama
lambang Nahdatul Ulama

sejarah berdirinya Nahdatul ulama

    Nahdatul ulama (NU) adalah organisasi sosial keagamaan terbesar di indonesia. NU didirikan pada tanggal 16 Rajab 133 H atau 31 januari 1926 M. Dua tokoh yang memprakarsai berdirinya NU adalan KH. Muhammad Hasyim Asy’ari ( 1871-1947 ) dan KH. Abdul Wahab Hasbullah ( 1888-1971).
Latar belakang berdirinya NU adalah tindakan ibnu saud, sebagai penguasa wahabi, membersihkan praktik-praktik keagamaan yang di anggap menyeleweng dari ajaran islam. Ibnu saud berkeinginan mengadakan kongres Makkah dan umat islam indonesia di undang untuk menghadirinya.

K.H. Hasym Asy'ari
K.H. Hasym Asy'ari
K.H. Abdul Wahab Hasbullah
K.H. Abdul Wahab Hasbullah


    Umat islam di indonesia mengadakan kongres al-islam IV yang berlangsung 21-27 agustus 1925 di Yogyakarta untuk menyambut undangan tersebut. Ternyata, kongres ini di dominasi ulama-ulama yang menyetujui tindakan ibnu sa’ud dalam memurnikan ajaran islam. Sebalinya, ulama-ulama tradisional tidak menyetujui langkah-langkah ibnu sa’ud. Mereka mrasa kehilangan pengaruh. Kongres ini menunjuk du utusan untuk menghadiri kongres Makkah yaitu, HOS Cokroaminoto dari syarekat islam dan KH. Mas Mansur dari Muhammadiyah.

    karena posisi yang tidak menguntungkan dan dengan maksud tetap mempertahankan praktik-praktik keagamaan tradisional, seperi ajaran-ajaran madzhab yang empat dan pemeliharaan kuburan nabi Muhammad SAW. Beserta keempat sahabatnya di Madianah, dibentuklah Komite Merembuk Hijaz. Komite inilah yang kemudian diubah namanya menjadi Nahdatul Ulama.

dasar pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari

    orientasi pemahaman dan pemikiran keislaman K.H. Hasyim Asy’ari sangat dipengaruhi oleh seorang guru utama yaitu Syekh Mahfuz Amin at-tamizi. Ia menganut tradisi syekh Nawawi. Dasar pemikiran yang digunakan K.H. Hasyim Asy’ari adalah sebagai berikut :
  • beliau menganut akidah ahlus sunnah wal jama’ah dan bermadzhab kepada empat imam madzhab.
  • K.H. Hasym Asy’ari tidak setuju dengan kebebasan berfikir dan mengabaikan madzhab dalam urusan agama.
  • ijtihad para imam madzhab sangat menentukan dalam memahami Al-Qur’an dan sunnah.
  • penafsiran Al-qur’an dan sunnah secara langsung tanpa mempelajari kitab-kitab ulama besar hanya akan menghasilkan pemahaman yang keliru.
  • pesantren sebagai tempat yang paling utama dalam membentuk akhlak manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar